Nama : MEILASARI
- TTL : serang 05 mei 1984
- Alamat : Rt 03/05 Sapta marga, Kelurahan Unyur, Kota Seran
- Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
- Nama suami : Oki taufik
- Alamat : Rt 03/05 Sapta marga, Kelurahan Unyur, Kota Serang
- Pekerjaan : Juru Parkir Indomart
Kisah
Tragis Masyarakat miskin Kota Serang, Keluarga tersebut memiliki dua
orang anak perempuan yang berusia di bawah 12 tahun dan menempati rumah
kosong yang tidak di ketahui siapa pemiliknya, serta sudah tidak layak
paki/huni. Pada tanggal 14 Desember 2011 tepat di depan rumah keluarga
tersebut terkena musibah ( ibu meilasari ) tertabrak mobil ( Fuso )
sehingga mengakibatkan pembekuan pada otaknya, pertolongan pertama
keluarga membawa ke RS. Kencana, karena keterbatasan alat medis, pihak
RS. Kencana menyarankan untuk di bawa langsung ke RS. Sari Asih, Setelah
di RS. Sari Asih dokter bedah menyarankan untuk segera di oprasi kepala
dengan biaya Rp. 90.000.000,-, demi keselamatan sang istri, suami ( Oki
Taufik ) menyapakati untuk segera di operasi dengan modal biaya dari
penabrak Rp. 5.000.000,- jasa Raharja Rp. 10.000.000,- serta donator
yang tidak di ketahui namanya Rp. 10.000.000,- pemilik mobil
Rp.16.000.000,- setelah di operasi ternyata pihak Rs. Sari Asih tidak
memasang Kembali Batok Kepala sampai sekarang dengan tidak ada alasan
yang pasti. keluarga tersebut masih mempunyai tunggakan di RS. Sari Asih
Sekitar Rp. 9.000.000,-
Sebagai
suami ( Oki Taufik ) tidak tinggal diam, upaya pertama untuk kesembuhan
sang istri, membayar hutang di Rs. Sari Asih dan mencari biaya untuk
pemasangan kembali batok kepala istrinya yang di kabarkan oleh RS, Sari
Asih sekitar jumlah biaya operasi dan juga bisa lebih dari biaya
tersebut, upaya yang telah di lakukan suami ( Oki Taufik ) meminta
bantuan ke dinas social, namun instansi tersebut tidak bisa membantu
dengan alasan tidak ada dana untuk bantuan tersebut hanya bisa
memberikan untuk transportasi,
Upaya
kedua ke BAZDA, niat baik dari instansi ini untuk membantu memberikan
persyaratan kpada keluarga korban, namum setelah semua persyaratan di
ajukan, sampai detik ini Bazda belum memberikan konfirmasi.
Setelah
beberapa bulan berlalu, suami ( Oki Taufik ) merasa iba kepada istri
melihat kepala yang semakin kempes, khwatir terjadi sesuatu yang
berakibat fatal, maka suami ( Oki Taufik ) konsultasi ke Dokter bedah
RS. Sari Asih, namun menyarankan untuk pemasangan batok di lakukan di
RSUD Serang dengan membawa JAMKESMAS & SKTM, suami langsung
konsultasi sesuai dengan arahan dari RS. Sari Asih ke RSUD serang,
setelah konsultasi dokter bedah RSUD serang tidak berani ambil resiko,
dengan alasan,
1. Bagaimana kondisi batok kepala
2. Dimana penyimpanan batok kepala3. Steril kah batok kepala tersebut
Sebagai
masyarakat miskin dan awam yang tidak mengetahui Ilmu Medis dan
Kedokteran, maka suami kembali lagi ke RS. Sari Asih untuk konsultasi
kembali tentang pemasangan batok kepala, setelah konsultasi
dan
memberikan informasi yang didapat dari RSUD serang, maka RS. Sari Asih
Menjawab: "untuk pa meempermasalahkan Batok? jika memeang batok tidak
bisa dipasang maka bisa dengan Alternative lainseperti di Cor, atau
menggunakan lat Cosmetic ( Batok Buatan ), yang harus anda lakukan
adalah mencari biaya untuk pemasangan batok yang bisa seperti biaya
Oprasi atau bisa Lebih dari itu, intinya mau tidak RSUD serang memasang
batok tersebut? jika memang RSUD serang tidak bisa memasangnya, maka
minta Rujukan untuk Ke RSUD Tangerang".
Semakin
lama Suami smakin Khawatir tentang keselamatan istri, tgl 21 februari
2012 kembali lagi Ke RSUD Serang, konsultasi upaya meminta rujukan untuk
ke RSUD Tangerang.
Ironis
sekali, dari fakta di atas, kita sering menemukan hal serupa di setiap
media, dan hal itu terjadi disekitar kita, dan bayangkan jika hal
tersebut terjadi pada diri kita sendiri, sebagai insan yang beriman dan
beragama, sudah sepantasnya kita untuk membantu saudara kita yang sedang
membutuhkan uluran tangan kita.
dari
fakta di atas, kami dari team Relawan utnuk Meilasari mengajak kepada
Bapak/Ibu sedianya membantu kesulitan saudara kita, yang sampai saat ini
belum menemukan jalan keluarnya, dalam hal ini kami dari HIMPUNAN
MAHASISWA SERANG (HAMAS) diminta bantuan oleh suami korban untuk
mencarikan Donatur yang siap membantu Kesulitan Keluarganya tersebut.
Kondisi tempat tinggal ibu meilasari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar