Jumat, 24 Februari 2012

Relawan Untuk Meilasari (Warga miskin yang menjadi Korban Keegoisan Instansi)

  • Nama             : MEILASARI
  • TTL                : serang 05 mei 1984
  • Alamat            : Rt 03/05 Sapta marga, Kelurahan Unyur, Kota Seran
  • Pekerjaan      : Ibu Rumah Tangga
  • Nama suami   : Oki taufik
  • Alamat           : Rt 03/05 Sapta marga, Kelurahan Unyur, Kota Serang
  • Pekerjaan       : Juru Parkir Indomart
Kisah Tragis Masyarakat miskin Kota Serang, Keluarga tersebut memiliki dua orang anak perempuan yang berusia di bawah 12 tahun dan menempati rumah kosong yang tidak di ketahui siapa pemiliknya, serta sudah tidak layak paki/huni. Pada tanggal 14 Desember 2011 tepat di depan rumah keluarga tersebut terkena musibah ( ibu meilasari ) tertabrak mobil ( Fuso ) sehingga mengakibatkan pembekuan pada otaknya, pertolongan pertama keluarga membawa ke RS. Kencana, karena keterbatasan alat medis, pihak RS. Kencana menyarankan untuk di bawa langsung ke RS. Sari Asih, Setelah di RS. Sari Asih dokter bedah menyarankan untuk segera di oprasi kepala dengan biaya Rp. 90.000.000,-, demi keselamatan sang istri, suami ( Oki Taufik ) menyapakati untuk segera di operasi dengan modal biaya dari penabrak Rp. 5.000.000,- jasa Raharja Rp.  10.000.000,- serta donator yang tidak di ketahui namanya Rp. 10.000.000,- pemilik mobil Rp.16.000.000,- setelah di operasi ternyata pihak Rs. Sari Asih tidak memasang Kembali Batok Kepala sampai sekarang dengan tidak ada alasan yang pasti. keluarga tersebut masih mempunyai tunggakan di RS. Sari Asih Sekitar Rp. 9.000.000,-

Sebagai suami ( Oki Taufik ) tidak tinggal diam, upaya pertama untuk kesembuhan sang istri, membayar hutang di Rs. Sari Asih dan mencari biaya untuk pemasangan kembali batok kepala istrinya yang di kabarkan oleh RS, Sari Asih sekitar jumlah biaya operasi dan juga bisa lebih dari biaya tersebut, upaya yang telah di lakukan suami ( Oki Taufik ) meminta bantuan ke dinas social, namun instansi tersebut tidak bisa membantu dengan alasan tidak ada dana untuk bantuan tersebut hanya bisa memberikan untuk transportasi,

Upaya kedua ke BAZDA, niat baik dari instansi ini untuk membantu memberikan persyaratan kpada keluarga korban, namum setelah semua persyaratan di ajukan, sampai detik ini Bazda belum memberikan konfirmasi.

Setelah beberapa bulan berlalu, suami ( Oki Taufik ) merasa iba kepada istri melihat kepala yang semakin kempes, khwatir terjadi sesuatu yang berakibat fatal, maka suami ( Oki Taufik ) konsultasi ke Dokter bedah RS. Sari Asih, namun menyarankan untuk pemasangan batok di lakukan di RSUD Serang dengan membawa JAMKESMAS & SKTM, suami langsung konsultasi sesuai dengan arahan dari RS. Sari Asih ke RSUD serang, setelah konsultasi dokter bedah RSUD serang tidak berani ambil resiko, dengan alasan,
1.    Bagaimana kondisi batok kepala
2.    Dimana penyimpanan batok kepala
3.    Steril kah batok kepala tersebut

Sebagai masyarakat miskin dan awam yang tidak mengetahui Ilmu Medis dan Kedokteran, maka suami kembali lagi ke RS. Sari Asih untuk konsultasi kembali tentang pemasangan batok kepala, setelah konsultasi
dan memberikan informasi yang didapat dari RSUD serang, maka RS. Sari Asih Menjawab: "untuk pa meempermasalahkan Batok? jika memeang batok tidak bisa dipasang maka bisa dengan Alternative lainseperti di Cor, atau menggunakan lat Cosmetic ( Batok Buatan ), yang harus anda lakukan adalah mencari biaya untuk pemasangan batok yang bisa seperti biaya Oprasi atau bisa Lebih dari itu, intinya mau tidak RSUD serang memasang batok tersebut? jika memang RSUD serang tidak bisa memasangnya, maka minta Rujukan untuk Ke RSUD Tangerang".

Semakin lama Suami smakin Khawatir tentang keselamatan istri, tgl 21 februari 2012 kembali lagi Ke RSUD Serang, konsultasi upaya meminta rujukan untuk ke RSUD Tangerang.

Ironis sekali, dari fakta di atas, kita sering menemukan hal serupa di setiap media, dan hal itu terjadi disekitar kita, dan bayangkan jika hal tersebut terjadi pada diri kita sendiri, sebagai insan yang beriman dan beragama, sudah sepantasnya kita untuk membantu saudara kita yang sedang membutuhkan uluran tangan kita.

dari fakta di atas, kami dari team Relawan utnuk Meilasari mengajak kepada Bapak/Ibu sedianya membantu kesulitan saudara kita, yang sampai saat ini belum menemukan jalan keluarnya, dalam hal ini kami dari HIMPUNAN MAHASISWA SERANG (HAMAS) diminta bantuan oleh suami korban untuk mencarikan Donatur yang siap membantu Kesulitan Keluarganya tersebut.

Kondisi tempat tinggal ibu meilasari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar